Jumat, 06 Maret 2015

Artikel Bisnis Design Grafis

Tugas Akhir Lingkungan Bisnis Semester Genap 2014/2015
Di
susun oleh
Imaniar Satria Dewa
14.01.3462
D3-TI03





Bisnis desain grafis bisa dibilang sebagai bisnis yang sangat menjanjikan saat ini, di samping dapat dijalani tanpa mengeluarkan modal hingga ratusan juta untuk memulai usaha, bisnis ini pun dapat dijadikan pekerjaan sampingan Anda tanpa harus meninggalkan pekerjaan yang Anda sedang jalani. Makin maraknya bisnis desain grafis berbanding lurus dengan jumlah minat lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan studinya di bidang desain grafis, bukan hanya itu saja, kini lembaga-lembaga pelatihan singkat desain grafis pun telah menjamur seiring dengan perkembangan. Bisnis desain grafis pun sebenarnya sering kita temui dalam keseharian hidup kita tanpa kita sadari, dari mulai bisnis percetakan, jasa pembuatan undangan pernikahan sampai pembuatan stempel di pinggir jalan.

Akan tetapi, banyaknya lulusan mahasiswa desain grafis membuat persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bergelut dibidang desain grafis menjadi sangat kompetitif dan banyak yang memberanikan diri untuk membuka perusahaan desain grafis secara independen. Dimulai dari menjadi freelance saat masih kuliah dan mendapatkan pesanan membuatkan sebuah desain untuk teman, bisnis ini dapat berkembang hingga beromset ratusan juta rupiah.
Kamu menjadi salah satu orang yang ingin bisnis desain grafis? Sebelumnya, simak sedikit hal yang harus disiapkan di bawah ini.

1. Kamu tentu harus memiliki kemampuan yang memadai tentang dunia desain grafis. Di mana memiliki latar belakang jurusan desain akan menjadi point plus bagi kamu.

2. Menguasai software atau program-program komputer yang mendukung proses kerjanya dalam memvisualisasikan suatu produk.

3. Mengetahui visi dan misi suatu perusahaan yang menjadi kliennya. Mengapa? Hal ini ditujukan agar kamu bisa memvisualisasikan apa yang diinginkan oleh klien. Kamu jadi tahu apa solusi yang dibutuhkan klien untuk memajukan usaha mereka.

4. Dan jangan lupa untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif, serta menerima perkembangan zaman.
Sebagai desainer, sebenarnya banyak sekali pilihan pekerjaan  saat kamu lulus dari jurusan desain garfis. Terdapat banyak bisnis andai saja kamu peka dan memiliki skill yang mumpuni, seperti di sini. Sudah dilihat? Nah, jika kamu sudah tahu bisnis apa saja yang bisa kamu perloreh maka jangan lupa untuk meningkatkan kemampuan, meluaskan jaringan pertemanan, dan juga mengikuti kursus desain sehingga saat kamu terjun ke dalam bisnis desain grafis, tentu kamu sudah menjadi sosok yang matang dalam bisnismu.


Beberapa contoh bisnis desain grafis



Digital Printing. Perusahaan Percetakan digital menggunakan alat utamanya adalah mesin yang menyerupai foto kopi dan juga menyerupai mesin cetak offset. Sebelum gambar atau text di cetak pekerjaan awalnya adalah merancang desain yang di lakukan oleh desainer grafis.

Percetakan. Tak jauh beda dengan Digital Printing, perusahaan percetakan mengunakan mesin cetak offset sebagai alat utamanya memperoleh penghasilan. Semua pekerjaan cetak diawali dengan merancang gambar atau text yang di lakukan oleh seorang desainer grafis.

Sablon. Ini adalah pekerjaan yang mirip dengan cetak offset. Bila percetakan offset mamakai mesin cetak, maka sablon cukup dengan alat sederhana untuk mencetak gambar dan text. Dia juga mengawali pekerjaanya dengan menggunakan jasa desainer grafsi.
Letter. Jenis pekerjaan ini adalah membuat text atau gambar yang di tuangkan dalam bentuk spanduk lukis, tulisan dari seng, tulisan dari mika dan sebagainya. Kalau dulu insting seni sangat dominan disamping juga dengan mengukur dengan seksama pada area yang akan di jadikan obyek garapaanya. Sekarang dengan adanya desain grafis, pekerjaan seni dan pengukuran yang njlimet hanya bisa dikerjakan dengan hitungan menit.
Advertising. Menurut saya pengertian Advertising pada umumnya adalah perusahaan periklanan yang dominan melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan karakter obyek atau lokasi yang besar. Contohnya Baliho, Spanduk yang jumlahnya ratusan plus layanan pemasangan, Branding mobil, Branding Stand dll. Pekerjaan Branding adalah memberi gambar / lukisan atau corak beserta textnya di badan mobil (branding mobil), tembok toko (branding stand) dan lain-lain. Semuanya diawali dengan perhitungan ukuran lokasi dan pengaturan keindahan gambar dan tulisan baik bentuk, warna dan tata letaknya dilakukan oleh seorang desainer grafis.

Karya ilmiah Peluang Bisnis Batu Akik

Bisnis Batu Akik Mempunyai Prospek Cerah

 

Disusun Oleh :
Imaniar Satria Dewa
14.01.3462

Bisnis Batu Akik - Sudah tidak dapat di pungkiri lagi bahwa bisnis yang berhubungan dengan hobi adalah bisnis yang menghasilkan dan menyenangkan karena kita suka dengan hobi tersebut.
Saat ini perhiasan khususnya cincin yang dihiasi dengan Batu Akik sedang menjadi salah satu trend di kalangan masyarakat. Jika dulu hanya orang tua yang memakai dan mengoleksi Batu Akik, kini anak muda pun sudah mulai gemar mengoleksi jenis batu mulia yang satu ini. Selain sebagai koleksi, Batu Akik ini juga bisa dijadikan sebagai investasi dan dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.
Banyak sekali orang yang terjun dalam bisnis karena mempunyai hobi yang menurutnya bisa menjadi uang.
Salah satu bisnis yang berhubungan dengan hobi yang saat ini lagi ramai adalah bisnis batu akik. Memang bagi sebagian orang awam, batu akik merupakan barang yang tidak ada istimewanya, akan tetapi bagi orang yang ngerti tentang dunia batu akik, ini merupakan sebuah bisnis yang menggiurkan.
Pada akhir-akhir ini penjualan batu akik terus meningkat esat, itu tandanya bisnis ini terus berkembang.
"Mulai ramai tahun 2014. Awalnya jenis Batu Bacan yang ramai, baru merembet ke mana-mana seperti Pacitan, Kladen, dan lain-lain. Seperti jenis Kladen kalau dulu harganya di bawah, sekarang bisa naik sampai Rp 100 ribu. Penjualan batu akik saat ini bagus, omzet perharinya mencapai 4 juta perhari, bahkan jika lagi beruntung dan bernasib baik omzet dari tokonya bisa mencapai 25 juta perhari.
Bisnis batu akik merupakan bisnis yang sangat menguntungkan, jika anda hobi dengan batu akik ada baiknya anda mencoba bisnis batu akik.

Tips berbisnis batu akik
Dalam berbisnis batu faktor utama yang sangat menentukan adalah kejujuran, jangan sampai orang yang membeli batu merasa dikecewakan dengan kwalitas yang tidak sesuai dengan apa yang diomongkan.
Apa saja yang harus sobat siapkan, mari kita lihat dibawah ini:
  1. Uang, uang adalah faktor utama dalam bisnis batu, karenanya sobat bisa leluasa membeli bahan atau batu yang berkwalitas untuk dijual kembali.
  2. Sampel batu, dibutuhkan untuk contoh bila sobat menjual bahan batu (rough).
  3. Promosi diberbagai media online gratis seperti google plus, facebook, twitter, bbm dan lain sebagainya.
  4. Pengetahuan tentang batu sangat diperlukan sebagai referensi dalam berbisnis, seperti blog ini yang mengulas tentang serba-serbi batu permata sangat bagus untuk pengetahuan dalam berbisnis batu.
  5. Pembeli adalah ujung tombak dalam menentukan berhasilnya seseorang dalam bisnis batu.
Mulailah dengan menjual batu yang tidak ngetrend untuk meminimalkan resiko kerugian. Jangan membeli batu yang kita tidak tahu nama dan pasarannya, dan sekali lagi kejujuran adalah faktor penentu.

 

Karya ilmiah memulai bisnis tanpa modal

Tugas akhir kuliah lingkungan bisnis semester genap 2014/2015 Stmik Amikom Yogyakarta
Disusun oleh
Imaniar Satria Dewa
14.01.3462
D3-TI03






Mungkinkah kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai? Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan pemikiran kita, maka banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi masalah permodalan untuk kita memulai bisnis. Cuma masalahnya, dari mana duit itu berasal? Logikanya, semua bisnis itu membutuhkan modal uang.
Memang, kebanyakan kita selalu mengeluhkan ketiadaan modal uang sebagai alasan mengapa kita “enggan” berwirausaha. Padahal, modal yang paling vital sebenarnya bukanlah uang, tetapi modal non-fisik, yakni berupa motivasi dan keberanian memulai yang menggebu-gebu.
Saya yakin, jika hal itu bisa terpenuhi, maka mencari modal uang bukanlah persoalan yang tidak mungkin, mesti secara pribadi kita tidak memiliki uang. Sementara kita telah tahu, bahwa peluang bisnis telah ada di depan mata. Tentu, alangkah baiknya jika kita tidak menundanya untuk memulai berbisnis.
Toh kita tahu, bahwa sebenarnya banyak sumber permodalan. Seperti uang tabungan, uang pesangon, pinjam di bank, dan di koperasi atau dari lembaga keuangan, atau dari pihak lainnya. Namun, jika kita ternyata tidak memikili uang tabungan, uang pesangon, atau katakanlah belum ada keberanian untuk meminjam uang ke bank atau koperasi, saya kira kita juga tidak terlalu risau. Karena ada cara untuk kita memulai bisnis, mesti kita tidak memiliki uang tunai sekalipun.
Contohnya, kita bisa menjadi seorang pelantara. Misalnya, menjadi pelantara jual bile rumah, jual motor dan lain-lain. Keuntungan yang kita dapat bisa dari komisi penjualan atau dari cara lain atas kesepakatan kita dengan pemilik produk. Saya yakin, kita pasti bisa melakukannya.
Kita bisa juga membuat usaha dengan cara konsumen melakukan pembayaran dimuka. Dalam hal ini, kita bisa mencari bisnis di mana konsumen yang jadi sasaran bisnis kita itumau membayar atau mengeluarkan uang dulu sebelum proses bisnis, baik jasa maupun produk, itu terjadi. Misalnya bisa dilakukan pada bisnis jasa, seperti industri jasa pendidikan. Di mana, siswa diwajibkan membayar dulu di depan sebelum proses pendidikannya itu terjadi.
Bisa juga misalnya, ada orang yang memesan barang pada kita, namun sebelum barang yang dipesan itu jadi, pihak konsumen memberikan uang muka dulu. Artinya, ini sama saja kita telah diberi modal oleh konsumen.
Masih ada cara lain memulai bisnis tanpa kita memiliki uang tunai. Contohnya, menggunakan sistem bagi hasil. Biasanya, cara bisnis model ini banyak diterapkan pada Rumah Makan Padang. Di mana kita sebagai orang yang memiliki keahlian memasak, sementara patner bisnis kita sebagai pemilik modal uang.
Kita bekerjasama dan keuntungan yang didapat pun dibagi sesuai kesepakatan bersama. Atau kita mungkin ingin cara lain? Tentu masih ada. Contohnya, kita bisa melakukannya dengan sistem barter dengan pemasok, dan kita pun jika memiliki keahlian tertentu, mengapa tidak saja menjadi seorang konsultan. Selain itu, bisa saja dengan cara kita mengambil dulu produk yang akan diperdagangkan, hanya untuk pembayarannya bisa kita lakukan setelah produk tersebut terjual pada konsumen. Tentu, masih banyak cara lain untuk kita memulai bisnis tanpa uang tunai.
Oleh karena itu, menurut saya, sebaiknya kita tidak perlu berkecil hati atau takut dipandang rendah, bila ternyata kita memang tidak memiliki uang tunai namun berhasrat untuk memulai bisnis. Saya yakin dengan kita memiliki kemauan besar menjadi seorang wirausahawan atau entrepreneur, maka setidaknya akan selalu ada jalan untuk memulai bisnis. Nyatanya, tidak sedikit pengusaha yang telah meraih keberhasilan meski saat memulai bisnisnya dulu tanpa memiliki uang tunai.
Itu menunjukan bahwa tidak benar kalo ada yang mengatakan: “Tak mungkin kita memulai bisnis tanpa memiliki uang tunai”. Kuncinya sebetulnya terletak pada motivasi dan keberanian kita memulai bisnis yang mengebu-gebu. Hanya saja, untuk cepat meraih sukses, apalagi tanpa memiliki uang tunai, itu tidak semudah seperti kita membalikan telapak tangan. Semuanya membutuhkan perjuangan.http://wannabeentrepreneur.blogspot.com/

Pengertian dan Sejarah Entrepreneurship


ENTREPRENEURSHIP
Istilah entrepreneurship diperkenalkan kali pertama oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Irlandia yang berdiam di Perancis pada abad ke-18. Dia mendefinisikan entrepreneurship sebagai, “The agent who buys means of production at cerium prices in order to combine them into a new product”. Dia menyatakan bahwa entrepreneur adalah seorang pengambil resiko. Tidak lama kemudian J.B Say dan Perancis menyempurnakan definisi Cantillon menjadi, “One who brings other people together in order to build a single productive organism”. Artinya entrepreneur menempati fungsi yang lebih luas. yaitu seorang yang mengorganisasikan orang lain untuk kegiatan produktif. Baru satu abad berikutnya ekonom Inggris seperti Adam Smith dan John Stuart Mill membahas tentang konsep ini dan menyatakan bahwa entrepreneurship merupakan keterampilan yang tidak biasa, tetapi tidak menemukan istilah yang tepat di dalam bahasa Inggris. Smith dan Mill menyebutnya, business management. John Stuart Mill memisahkan fungsi entrepreneur antara yang menerima laba dan yang menerima bunga. Diperluas lagi oleh Schumpeter yang menempatkan manusia sebagai faktor sentral proses perkembangan ekonomi. Dalam proses itu entrepreneur melakukan inovasi dalam bentuk cara atau produk. dan eksploitasi sumber-sumber baru.
Saat ini, ada kerancuan istilah antara entrepreneurship, intrapreneurship, dan entrepreneurial, maupun entrepreneur.
Entrepreneurship adalah jiwa entrepreneur yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu dengan kemampuan pasar. Entrepreneurship meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas serta kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.
Intrapreneurship didefinisikan sebagai entrepreneur yang terjadi di dalam organisasi yang merupakan jembatan kesenjangan antara ilmu dengan keinginan pasar.
Entrepreneur didefinisikan sebagai seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan aset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru.
Entrepreneurial adalah kegiatan dalam menjalankan usaha.
Hisrich, R.D. dkk., 2005. Entrepreneurship. sixth edition. New York: McGraw-Hill
Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam entrepreneurship / kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Pengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun
Sifat-sifat seorang entrepreneur / wirausaha adalah:
  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.